Sewaktu shalat berjama’ah di Masjid, biasanya jamaah berbeda-beda dalam cara menaruh tangannnya. nah Bagaimanakah sebaiknya ? Mengenai letak kedua tangan ketika berdiri shalat memang terdapat perbedaan pandangan para ulama.
Tersebut dalam Kifayatul Ahyar juz I halaman 113
وَيُسْتَحَبُّ
جَعْلُهَا تَحْتَ صَدْرِهِ رَوَاهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ فِى صَحِيْحِهِ
وَقِيْلَ يَجْعَلُهُمَا تَحْتَ السُّرَّةِ وَقَالَ ابْنُ المُنْذِرِ هُمَا
سَوَاءٌ
Dan disunahkan meletakkan kedua
tangan dibawah dada, Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dalam kitab
Shahihnya. Dan dikatakan juga: meletakkan kedua tangan dibawah pusar.
Dan berkata Ibnu Mundzir: kedua cara itu sama saja,
Yang afdhal diletakkan di bawah dada di
atas pusat agak condong ke sebelah kiri seperti memegang hati. Caranya
adalah memegang dengan tangan kanannya akan pergelangan tangan yang
kiri. Tersebut dalam kitab I’anatut thalibin juz I hal 135:
قوله: ووضعهما إلخ) بالرفع، معطوف على جزم رائه، أي وسن وضع
الكفين. (قوله: تحت صدره وفوق سرته) أي مائلا إلى جهة يساره، لان القلب
فيها. والحكمة في وضعهما كذلك أن يكونا على أشرف الأعضاء، وهو القلب، لحفظ
الايمان فيه، فإن من احتفظ على شئ
جمع يديه عليه. اه ش ق. (قوله: للاتباع) وهو ما رواه ابن خزيمة في صحيحه،
عن وائل بن حجر، أنه قال: صليت مع النبي (ص) فوضع يده اليمنى على يده
اليسرى تحت صدره.
Disunahkan meletakkan dua telapak tangan di bawah dada diatas pusar. condong ke arah kiri karena hati berada disana, Adapun
hikmah meletakkan tangan di daerah tersebut (tempat hati) karena hati
adalah anggota tubuh yang paling mulia, dengan maksud menjaga iman dalam
hati, maka sesungguhnya seseorang bila menjaga sesuatu maka ia akan meletakkan tangannya disana. Dalilnya
karena Itba' kepada nabi SAW, yaitu hadits yang diriwayatkan ibnu
khuzaimah dari wail bin hajar,beliau (wail bin hajar) berkata : Aku
shalat beserta Nabi SAW maka rasul meletakkan tangan kanannya diatas
tangan kirinya dibawah dada beliau
Wallahu A'lam


